Nabi Musa Yang Kuat

Nabi Musa Kuat

Mohd Riduan b Khairi

PPY Borneo, Kota Kinabalu

Nabi Musa Alaihisalam disebut oleh Allah sebagai memiliki cirri-ciri pekerja unggul. Firman-Nya bermaksud, “Sesungguhnya orang yang paling baik kamu ambil untuk bekerja pada kita ialah orang yang kuat lagi amanah.” (surah al-Qasas, ayat 26)

Al Qur’an dan as Sunnah merakamkan beberapa kisah kekuatan fizikal yang dimiliki oleh Nabi Musa Alaihisalam.

Firman Allah maksudnya, “Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir’aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu.” (surah al Qasas, surah 15)

Abu Hurairah meriwayatkan bahawa, “Malaikat maut datang menemui Musa (‘a.s), dia berkata kepadanya:  Sahutlah seruan Tuhanmu. Katanya: Maka Musa  menumbuk  mata (‘ain) malaikat maut sehingga terkeluar biji matanya. Malaikat maut kembali kepada Tuhan dan berkata: Sesungguhnya Engkau (Tuhan) mengutuskanku kepada hamba-Mu yang tidak mahu mati maka dia telah menumbuk sehingga terkeluar mataku. Katanya: Allah lalu memulihkan matanya semula dan berfirman: Pergilah kembali  kepada hamba-Ku dan katakanlah:  Kalau  engkau mahu  terus hidup, cekupkanlah tanganmu di belakang badan lembu. Sebanyak  mana  bulu  yang engkau genggam  dengan tanganmu  itu, sebanyak itulah bilangan tahun umurmu dilanjutkan.” (riwayat al Bukhari & Muslim)

Kuat Iman

Bukan sahaja kuat fizikal dan tubuh badan, bahkan Nabi Musa juga termasuk dari kalangan Nabi yang paling kuat imannya. Ini lantaran kuat dan berat ujian yang Allah berikan kepada mereka. Nabi Musa bahkan termasuk ke dalam 5 orang yang diberi gelar Rasul Ulul azmi bersama Nabi Nuh, Ibrahim, Isa dan Muhammad.

Ujian dan cabaran yang dihadapi oleh Nabi Musa bermula sejak baginda baru lahir dengan diancam bunuh oleh tentera Firaun, sehingga baginda diperintahkan untuk menasihati Fir’aun yang sangat zalim berlanjutan terus dengan memimpin kaum Bani Israel yang degil dan selalu kufur dengan ajarannya.

Syaikh Abdul Muhsin Abbad al Badr menyatakan, “Tidak pernah seorang rasul disebut di dalam al Qur’an seperti Nabi Musa. Dan tidak pernah satu kitab disebut di dalam al Qur’an seperti kitab yang diberikan kepada Musa (136 kali). Namanya disebut sebagai Taurat, al Kitab, al Furqan, ad-Diya dan az Zikir.” (lihat: Syarah Hadis Arbain Imam Nawawi)

Kuat Semangat Menuntut Ilmu

Selaku anak yang dibesarkan dalam istana, sudah tentu baginda diberikan pendidikan yang baik. Kemudian dipilih oleh Allah menjadi Rasul yang dapat berbicara langsung dengan Allah. Namun begitu, apabila mengetahui masih ada orang yang lebih berilmu darinya, baginda tetap bersemangat untuk menuntut ilmu.

Ini Allah sebutkan dalam kisah kembara baginda menemui Khidr. “Dan ketika Musa berkata kepada muridnya: ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan, atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun.” (surah al-Kahfi, ayat 60)

Kuat Azam 

Ketika mahu menuntut ilmu dengan Khidr, Nabi Musa sudah diingatkan tentang ujian dan cabaran yang bakal mereka lalui. Walaupun berisiko tidak mampu sabar dengan ujian itu, Nabi Musa tetap membulatkan tekad untuk mengikuti Khidr.

Kata Nabi Musa sebagaimana yang Allah rakamkan dalam Al-Kafhi 69. “Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun.”

Sabar

Sabar merupakan sumber kekuatan umat Islam yang paling utama. Dalam sebuah hadis Nabi menyatakan bahawa maksudnya, “Nabi Musa diuji lebih berat dariku, namun baginda tetap bersabar.” (riwayat al Bukhari)

Dalam hadis yang lain Nabi menjelaskan makna kekuatan seorang mukmin, “Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat dalam berkelahi, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika sedang marah…” (riwayat al Bukhari & Muslim) 

Inilah kekuatan yang terpuji dan mendapat keutamaan dari Allah Ta’ala, yang ini sangat sedikit dimiliki oleh kebanyakan manusia. (Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (16/162)

Imam al-Munawi berkata,“Makna hadis ini: orang kuat (yang sebenarnya) adalah orang yang (mampu) menahan emosinya ketika kemarahannya sedang bergejolak dan dia (mampu) melawan dan menundukkan nafsunya (ketika itu). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini membawa makna kekuatan yang lahir kepada kekuatan batin. Dan barangsiapa yang mampu mengendalikan dirinya ketika itu maka sungguh dia telah (mampu) mengalahkan musuhnya yang paling kuat dan paling berbahaya (hawa nafsunya)” (Kitab “Faidhul Qadiir” (5/358))

Manakala di dalam al Qur’an Allah menjelaskan sifat sabar akan memberikan kekuatan yang sebenar.

Firman Allah yang bermaksud, “Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (surah Al-Anfal, ayat 66)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s