Jin Ifrit; Kuat dan Dipercayai

Jin Ifrit; Kuat dan Dipercayai

PPY Borneo, Mohd Riduan b Khairi

Kota Kinabalu, Sabah

Al Qur’an memberikan 2 ciri utama kepada pekerja yang terbaik iaitu kuat dan amanah (al qawiyyu al amin). Antara yang dicirikan dengan dua cirri ini ialah Nabi Musa Alaihisalam, malaikat Jibril Alaihisalam, Nabi Yusuf Alaihisalam dan termasuk juga jin Ifrit.

Ifrit pernah menawarkan diri untuk membawa singgahsana Balqis kepada Nabi Sulaiman dalam waktu yang sangat pantas. Ini diceritakan dalam firman Allah maksudnya,

“Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.” (surah an Naml, ayat 39)

Asal Penciptaan Jin

Allah Azza wa Jalla meemberitahu, jin diciptakan dari api, yang artinya : “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (surah Al Hijr, ayat 27)

Dalam ayat yang lain Allah berfirman,

وَخَلَقَ الْجَآنَّ مِن ماَّرِجٍ مِّن نَّارٍ

 “Dia menciptakan jin dari nyala api.”. (surah Ar Rahman, 15)

Ibnu Katsir menyebutkan, bahwa Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid, dan Al Hasan Al Bashri serta yang lainnya menafsirkan kalimat “min marij min nar” dalam ayat di atas sebagai “bahagian hujung dari lidah api”. Dalam riwayat lain disebutkan “dari bahagian inti api”.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

“Malaikat diciptakan dari cahaya, Jan (nenek moyang jin) diciptakan dari nyala api, dan Adam (nenek moyang manusia) diciptakan dari apa yang telah disebutkan (dalam Al Qur`an) kepada kalian”.

Kemampuan dan Kekuatan Jin

Allah memberikan beberapa ciri dan kelebihan kepada jin. Antaranya mampu bergerak dengan pantas, berpengetahuan tinggi dalam teknologi, mampu bertukar bentuk dan beberapa ciri lain.

Termasuk mampu membawa singgahsana Balqis yang besar lagi berat kepada Nabi Sulaiman dalam masa yang sangat pantas.

Orang Soleh Lebih Kuat dari Jin

Walaupun memiliki beberapa kelebihan, itu tidak bermakna jin lebih kuat sehingga dapat menguasai dan mengganggu manusia sesuka hati mereka. Kisah pemindahan singgahsana menjadi bukti bahawa orang yang soleh lebih kuat dari jin. Dalam ayat berikutnya Allah berfirman maksudnya,

“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk menguji aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (surah an Naml, ayat 40)

Ini suatu bukti yang jelas bahawa orang yang soleh lebih kuat berbanding jin. Kisah Nabi Sulaiman juga menunjukkan kekuasaan kerajaan Nabi Sulaiman sehingga Allah izinkan menguasai bangsa jin.

Sebaliknya tidak pernah disebutkan bahawa adanya kerajaan jin yang menguasai kerajaan manusia. Allah telah menundukkan sebagian golongan jin dan syaitan untuk Nabi Sulaiman Alaihissallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya : ‘Kemudian kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dia kehendaki, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu.” (surah Shad, ayat 36-38)

Nabi Muhammad Menangkap Jin

Dalam hadis disebutkan Nabi pernah menangkapIfrir kerana mengganggu baginda sedang solat. Sabda Rasulullah s.a.w:

إِنَّ عِفْرِيتًا مِنْ الْجِنِّ تَفَلَّتَ عَلَيَّ الْبَارِحَةَ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا لِيَقْطَعَ عَلَيَّ الصَّلَاةَ فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ فَأَرَدْتُ أَنْ أَرْبِطَهُ إِلَى سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي الْمَسْجِدِ حَتَّى تُصْبِحُوا وَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ كُلُّكُمْ فَذَكَرْتُ قَوْلَ أَخِي سُلَيْمَانَ {رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي}قَالَ رَوْحٌ فَرَدَّهُ خَاسِئًا

Maksudnya: Sesungguhnya Ifrit dari kalangan jin telah datang untuk menggodaku semalam agar aku lalai ketika sembahyang. Tetapi Allah telah melindungi aku daripadanya sehingga aku dapat menangkapnya iaitu menjerat lehernya. Aku mempunyai keinginan untuk mengikatnya di salah satu tiang masjid hingga ke waktu pagi supaya kamu semua dapat melihatnya. Kemudian aku menyebutkan kata-kata saudaraku Nabi Sulaiman a.s: {رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي} Tuhanku! Ampunilah aku, berikanlah kepadaku suatu kekuasaan yang tidak akan dicapai oleh seorang pun selepasku. Maka akhirnya Allah melepasnya secara menolak Ifrit tersebut dalam keadaan rugi, hina dan lemah.” (riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Jin dan Syaitan Takut Kepada Umar al Khattab

Sebagaimana Rasulullah bersabda kepada Umar bin Al Khaththab: “Sesungguhnya setan takut kepadamu, wahai Umar.” (riwayat At Tirmidzi, no. 2913)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda tentang Umar: “Sesungguhnya aku telah benar-benar melihat bahwa setan dari kalangan jin dan manusia benar-benar lari dari Umar.” (riwayat At Tirmidzi, no. 2914)

Bacaan Tambahan:

50 Kaedah Kehidupan dalam al-Qur’an, Dr. Umar Abdullah al-Muqbil

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s