Wacana Ramadhan: Ramadhan Bulan Al-Qur’an

(nota pembentangan di Menara Innoprise)

Imam Malik bin Anas berkata bahawa Ramadhan ialah bulan Al-Qur’an. Beliau sanggup menutup kelas-kelas pengajian hadith dan fikah Islam semata-mata untuk memberi lebih masa dan tumpuan membaca Al-Qur’an. Bahkan beliau juga berhenti dari menjawab soalan-soalan berkaitan agama, kata beliau, “ini adalah bulan Al-Qur’an”.

Seorang tabi’in besar (anak murid sahabat Nabi Muhammad), Imam Muhammad bin Syihab bin Zuhri meninggalkan majlis kajian hadith apabila memasuki bulan Ramadhan untuk fokus pada Al-Qur’an. Katanya “Sesungguhnya amal yang dilakukan pada bulan Ramadhan ialah membaca Al-Qur’an dan menjamu orang berbuka puasa”.

Rasulullah Tadarus Al-Qur’an Bersama Jibril dalam Bulan Ramadan

“Malaikat Jibril mengunjungi Nabi Muhammad pada setiap malam sepanjang bulan Ramadhan. Mereka berdua bertadarus Al-Qur’an bersama-sama”.

(riwayat Bukhari & Muslim)

Al-Qur’an diturunkan dalam bulan Ramadan

Al-Qur’an kalam Allah diturunkan dari Luh Mahfudz ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.

“Bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah.” (Al-Baqarah, 185)

 

Kitab-kitab lain juga diturunkan dalam bulan Ramadhan

“Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan. Taurat diturunkan pada hari ke malam ke 7 bulan Ramadhan. Injil diturunkan pada malam ke-14 Ramadhan. Sedangkan Al Qur’an diturunkan pada malam ke-25 bulan Ramadhan” (dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 1575)

Amanah Al-Qur’an Yang Berat

“Kalau sekiranya Kami turunkan al-Quran ini ke atas sebuah gunung, niscaya akan engkau lihatlah gunung itu tunduk ter­pecah-belah disebabkan takut kepada Allah; dan perumpama­an-perumpamaan itu Kami perbuat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (Al Hasyr : 21)

“Sesungguhnya kami akan menurunkan sebuah perkataan yang berat kepadamu. (Al Muzzamil 5)

Abdurrahman bin Zaid bin Aslam: Ia berat di dunia dan berat juga timbangannya di akhirat. (Tafsir At-Tabari)

“Sesungguhnya (al-Qur’an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan yang tinggi di sisi (Allah yang memiliki ‘arasy, yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercayai.” (Surah at-Takwir: 19-21)

Peristiwa pembukuan al-Qur’an

Zaid berkata, “Demi Allah, sekiranya mereka memerintahkanku untuk memindahkan gunung, niscaya hal itu tidaklah lebih berat daripada apa yang mereka perintahkan padaku, yakni dokumentasi alquran.” (Sahih al-Bukhari 4986 Kitab Pengumpulan Al-Qur’an)

Beberapa Keutamaan Belajar & Membaca Al-Qur’an

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “ (Fathir: 29)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,  “Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim).

 

Al-Qur`an adalah ucapan paling mulia yang Allah turunkan

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (Az-Zumar : 23)

Manusia Yang Paling Baik

Dari shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (Al-Bukhari: 5027)

Mereka Yang Berusaha Belajar & Membaca Al-Qur’an

Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha  berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (Al-Bukhari 4937, Muslim 244)

Mereka Yang Tidak Ikhlas Membaca Al-Qur’an

Abu Said Al Khudri radliallahu ‘anhu, ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan ada suatu kaum yang berada ditengah-tengah kalian, dan kalian akan meremehkan salat kalian bila melihat salat mereka, begitu juga dengan saum kalian jika melihat saum mereka, serta amal kalian jika melihat amal mereka. Akan tetapi, mereka membaca Al Qur`an, namun bacaan mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan, mereka keluar dari Din, sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya. Ia melihat pada ujung panahnya, namun ia tidak mendapatkan sesuatu, kemudian melihat pada lubangnya, juga tak menemukan sesuatu, lalu ia melihat pada bulunya juga tidak melihat sesuatu. Ia pun saling berselisih akan ujung panahnya.”  (Sahih Al Bukhari, Kitab Fadilat Al-Qur’an, Bab Riak Membaca Al-Qur’an dan Memakan Upah)

Umat Islam Meninggalkan Al-Qur’an

“Berkatalah Rasul: “Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran itu sesuatu yang ditinggalkan”. (Al-Furqan : 30)

Celaan Terhadap Yahudi Yang Meninggalkan Taurat 

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.” (Al-Hadid:16)

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22)

Ibarat Keldai Membawa Kitab Tebal

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (Al-Jumuah: 5)

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al A’raaf: 179)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s